Arsip Bulanan: Desember 2016

Rossi Puji Performa Vinales

Pengujian resmi tunggangan baru pebalap MotoGP untuk musim 2017, rampung dilakukan di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol, 15-16 November 2016. Pebalap baru Yamaha, Maverick Vinales mencatatkan hasil sempurna sepanjang dua hari tersebut.

Pada hari pertama berhasil memperoleh waktu tecepat 1 menit 30,930 detik, dan pada hari kedua semakin membaik di angka 1 menit 29,975 detik. Kedua capaian waktu tersebut, membuatnya ada di peringkat pertama di sesi post-race test.

Valentino Rossi, memuji kinerja dari rekan satu timnya tersebut, karena tampil konsisten pada dua hari, dan berada di posisi puncak. Padahal ini merupakan kali pertama Vinales menunggangi Yamaha.

“Vinales cukup mengesankan di hari pertama dan semakin baik di hari kedua. Ia mampu melakukan mencapai 1 menit 29 detik , yang merupakan waktu lap yang sangat baik. Jadi saya pikir itu adalah permulaan yang baik untuk dia,” ujar Rossi mengutip Crash.net, Kamis (17/11/2016).

Yamaha masih belum mengizinkan Vinales untuk berbicara kepada media, walaupun Suzuki sendiri memberikan izin kepada pebalap muda tersebut.

Sementara juara dunia Honda Marc Marquez, harus rela tertinggal 0,196 detik persis di belakang Vinales pada sesi kedua. Kemudian Rossi ada di posisi ketujuh dan lebih lambat 0,734 detik dari posisi puncak, ini karena dirinya melalukan perbandingan antara versi dari M1 2016 dan 2017. Rossi dan Vinales akan melakukan pengujian lagi di Sepang, Malaysia pekan depan.

Berikut hasil tes hari kedua.

1. Maverick Viñales, Movistar Yamaha 1m 29.975s

2. Marc Marquez, Repsol Honda Team 1m 30.171s

3. Andrea Dovizioso, Ducati Team 1m 30.443s

4. Andrea Iannone, Team Suzuki Ecstar 1m 30.599s

5. Dani Pedrosa , Repsol Honda Team 1m 30.686s

6. Cal Crutchlow, LCR Honda 1m 30.709s

7. Valentino Rossi, Movistar Yamaha 1m 30.709s

8. Jorge Lorenzo, Ducati Team 1m 30.744s

9. Aleix Espargaro, Factory Aprilia Gresini 1m 30.885s

10. Jonas Folger, Monster Yamaha Tech 3 1m 30.948s

11. Johann Zarco, Monster Yamaha Tech 3 1m 31.015s

12. Jack Miller, Estrella Galicia 1m 31.069s

13. Scott Redding, Octo Pramac Yakhnich 1m 31.118s

14. Alvaro Bautista, Aspar MotoGP Team 1m 31.186s

15. Hector Barbera, Avintia Racing 1m 31.244s

16. Michele Pirro, Octo Pramac Yakhnich 1m 31.816s

17. Pol Espargaro, Red Bull KTM Factory Racing 1m 31.853s

18. Tito Rabat, Estrella Galicia 1m 31.918s

19. Loris Baz, Avintia Racing 1m 32.161s

20. Bradley Smith, Red Bull KTM Factory Racing 1m 32.538s

21. Eugene Laverty, Aprilia Test Rider 1m 32.568s

22. Karel Abraham, Aspar MotoGP Team 1m 32.699s

23. Takuya Tsuda, Suzuki Test Rider 1m 33.305s

24. Alex Rins, Team Suzuki Ecstar 1m 33.761s

Marquez Bocorkan Kelemahan Mesin Baru Honda

Meski sudah merasakan perbaikan di beberapa sisi, Marc Marquez masih mengutarakan kelemahan mesin baru Honda, yang akan digunakannnya pada musim 2017. Pernyataan ini diungkapkan setelah pengujian dua hari di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol, 15-16 Nobember 2016.

Marquez menyampaikan, kelau kelemahan masih sama seperti sebelumnya, yaitu terkait akselerasi. Sepanjang satu musim Marquez mengeluhkan masalah ini, dan di mesin baru ini, dirinya belum merasakan adanya perubahan.

“Sepeda motor ini memiliki mesin yang sama sekali berbeda, seperti penggunaan elektronik (ECU). Namun di sini, masih perlu menyesuaikan banyak, banyak hal. Titik lemah kami terkait akselerasi masih ada di sini,” ujar Marquez mengutip Crash.net, Kamis (17/11/2016).

Namun, Marquez mengapresiasi beberapa perubahan besar yang sudah dilakukan oleh tim Honda. Dirinya berharap, pada sesi uji lanjutan di Sepang Malaysia, tunggangannya sudah semakin sempurna.

“Sisi yang sedikit lebih baik dari tunggangan untuk 2017? Sepertinya saya dapat memiliki sedikit lebih pada grip, dan dirinya dapat mengontrol gas sedikit lebih baik, dan beberapa hal positif lain,” ujar Marquez.

“Kalian tahu, saya senang dengan pekerjaan yang kami lakukan di sini (Valencia). Kami harus bekerja lebih. Honda perlu bekerja lebih musim dingin ini, untuk memberikan sesuatu yang lebih di Malaysia,” ujar Marquez.

Jualan Mobil Honda Sudah Lampaui Tahun Lalu

Tren positif penjualan mobil Honda sejak dua tahun terakhir di Indonesia berbuah manis. Hanya dalam 10 bulan tahun ini, total mobil yang dikirim ke diler (penjualan wholesales) sudah melampaui capaian tahun lalu.

Honda tercatat membukukan penjualan total 168.937 unit selama Januari-Okober, merebut pangsa pasar 19,3 persen. Sementara total penjualan sepanjang tahun lalu sebesar 159.253 unit. Hasil ini diraih setelah Honda menjual 17.088 unit pada Oktober 2016.

Jonfis Fandy, Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual PT Honda Prospect Motor (HPM) mengatakan bahwa produk SUV, MPV, City Car, dan LCGC adalah mempunyai andil besar dalam pencapaian ini.

”Kami berharap pada dua bulan terakhir, tren penjualan tetap positif dan Honda akan terus menyediakan produk sesuai dengan kebutuhan pelanggan.” ucap Jonfis dalam siaran resmi (17/11/2016).

Kontributor utama datang dari BR-V, New Mobilio, New Brio Satya, All New Jazz, dan HR-V 1.5L.Honda BR-V masih terus memimpin segmen LSUV dengan perolehan total sebesar 33.414 unit dan market share 33 persen.

Lalu, New Mobilio juga membukukan penjualan total sepanjang 2016 sebesar 33.354 unit dengan market share 16 persen. Sedangkan New Brio Satya sejak Januari-Oktober 2016 sudah terjual 29.240 unit dengan market share 16 persen, melengkapi tiga besar kontributor Honda.

Artinya, dengan penjualan total yang sudah tembus 168.937 unit, HPM semakin mendekati target 180.000 unit yang sudah dicanangkan jauh hari.

Kenal Lebih Dekat dengan Ferrari GTC4Lusso T

Mobil keluarga Ferrari, GTC4Lusso T, meramaikan deretan mobil kelas supercar di Indonesia. Beda dari model Ferrari lainnya, GTC4Lusso T, muat empat penumpang dewasa.

Di Geneva Motor Show pada Maret lalu Ferrari meluncurkan GTC4Lusso dengan mesin V12 dan penggerak semua roda ‎sebagai pengganti grand tourer FF yang dijual sejak 2011. Lantas versi dengan mesin V8 berpenggerak roda belakang, GTC4Lusso T, diperkenalkan dan sudah diluncurkan di Indonesia pada Kamis (17/11/201). ‎
Febri Ardani/KompasOtomotif
Ferrari GTC4Lusso T punya bodi shooting brake yang lahir dari keluarga grand tourer.
Tidak ada ciri khas signifikan pada eksterior yang membedakan GTC4Lusso dengan GTC4Lusso T ‎menurut penjelasan Arie Christoper, CEO Ferrari Jakarta saat peluncuran. Dimensinya pun sama, panjang 4,922 m, lebar 1,98 m, dan tinggi 1,383 m, serta jarak sumbu roda 2,99 m.
GTC4Lusso T dipersenjatai mesin V8 turbo 3.855cc yang menyemburkan tenaga sampai 601 tk Berikut torsi 760 Nm. ‎Distribusi tenaga didukung transmisi otomatis 7-percepatan. Kecepatan maksimum yang bisa didapat setidaknya 320 kpj, akselerasi 0 – 100 kpj bisa ditempuh dalam 3,5 detik.
Febri Ardani/KompasOtomotif
Kemudi Ferrari GTC4Lusso T.
Arie mengatakan mesin V8 pada ‎GTC4Lusso T ‎cocok buat berkendara harian. Respons mesin pada kecepatan rendah lebih nyaman buat pengemudi karena memiliki Variable Boost Management dan Variable Torque Curves, serta tanpa turbo lag.
‎GTC4Lusso T hanya bisa meneguk bahan bakar beroktan 98. Konsumsi bahan bakar yang diklaim di bawah homologasi 11,6 liter untuk menempuh 100 km.

Manuver lincah dibantu sistem rear wheel steering yang membuat ban belakang bisa mengarah sama seperti ban depan. Cara kerja itu menyatu dengan Side Slip Control.

Seperti kebiasaan Ferrari tidak mau merilis harga jual, tetapi Arie bilang banderol ‎GTC4Lusso T sekiranya sama seperti 488. Walau sudah diluncurkan, ketersediaan unit baru datang tahun depan.

Pelumas Bardahl Jualan lagi di Indonesia

Pasar otomotif Indonesia terus mengalami pertumbuhan. Kondisi seperti itu menjadikan berbagai produsen, termasuk industri pendukung lain, khususnya dari luar negeri berinvestasi di Tanah Air.

Salah satunya, pelumas asal Amerika Serikat, Bardahl, memutuskan kembali ke Indonesia. Alasannya, ada permintaan dan juga pasar yang menjanjikan. Sebelummnya, Bardahl sudah ada di Indonesia namun karena berbagai faktor harus meninggalkan dan kini kembali eksis.

“Kami kembali ke Indonesia dengan berbagai produk yang signifikan dan komprehensif yang akan memenuhi permintaan sektor adiktif, pelumas, dan pendingin di Indonesia dalam segmen otomotif, industri, dan alat berat,” ujar Marcus Goh Bardahl, Development Manager Asia Pasific di Jakarta, Kamis (17/11/2016).

Syafrian Effendi, Business Consultant Bardahl Indonesia menambahkan, pihaknya mengakui terlambat masuk ke Indonesia. Namun, mulai 2015 menyatakan untuk kembali bersaing dengan produsen pelumas lain.

“Kami percaya ada peluang bagi kami untuk bisa bersaing. Melalui teknologi yang ada, kami berharap bisa mendapat tempat walaupun butuh perjuangan yang panjang,” kata Syafrian di tempat sama.

Menurut dia, pelumas, aditif hingga produk lain yang ditawarkan bisa bersaing dengan kompetitor. Bahkan, mengenai harga cukup terjangkau oleh semua kalangan.

“Kita menyediakan produk dari semua segmen, dari mulai bawah hingga atas, bahkan kebutuhan untuk balap juga ada,” kata dia.

Ferrari GTC4Lusso Bisa Laris Seperti California dan 488

Model terbaru dari Ferrari Jakarta, GTC4Lusso T merupakan varian terendah dari spesies mobil keluarga Ferrari. Model dengan mesin V8 3.9L twin turbo ini meluncur di Paris Motor Show pada Oktober lalu setelah GTC4Lusso V12 6.3L non-turbo diperkenalkan pada Maret.


Febri Ardani/KompasOtomotif
Ferrari GTC4Lusso T resmi diluncurkan di Indonesia, Kamis (17/11/2016)
Di Indonesia, menurut pernyataan CEO Ferrari Jakarta, Arie Christopher, GTC4Lusso T yang dipilih mewakili peluncuran model keluarga pengganti FF.
Baca: Ferrari FF Kini Resmi Ganti Nama

“Sebetulnya V8 dan V12 kurang lebih mirip meskipun konsepnya berbeda. Memang kebetulan mobil road show kami dapat yang V8, ya sudah kami perkenalkan dulu. V12 sudah dijual tetapi memang alokasi unit sama-sama tahun depan” kata Arie saat peluncuran GTC4Lusso T di Jakarta, Kamis (17/11/2016).

Jadi, walau GTC4Lusso T baru diluncurkan, Ferrari Jakarta, sudah menampung pesanan GTC4Lusso sejak dua bulan lalu, jelas Arie.

Pilihan pengenalan pertama dengan mesin V8 bisa jadi sejalan dengan kondisi di Tanah Air. Selama ini model terlaris Ferrari berasal dari mesin V8, seperti California T, 488 GTB, dan 488 Spider.

Baca: Mesin V8 Ferrari Jadi Favorit di Indonesia

GTC4Lusso T punya mesin lebih kecil tetapi dibanding GTC4Lusso, tetapi punya rasa yang berbeda. Selain mesin, diferensiasi spesifikasi GTC4Lusso T dinilai dari sistem gerak roda belakang sedangkan GTC4Lusso semua roda.

Satu unit GTC4Lusso T yang dipamerkan saat peluncuran masih setir kiri, tentu yang ini belum tentu dijual di Indonesia. Peminat setir kanan wajib menunggu sampai tahun depan.