Arsip Kategori: Tak Berkategori

Mitsubishi “Recall” Ratusan Ribu Outlander Sport

Mitsubishi baru saja mengeluarkan kampanye penarikan massal terutama untuk wilayah Amerika Serikat. Ini berkaitan dengan korosi yang berpotensi terjadi pada wiper kaca depan, di model crossover-nya, Outlander.

Mengutip Carscoops, Rabu (16/11/2016) kecacatan ini terdeteksi pada kurang kebih 100.000 kendaraan di seluruh Amerika Serikat. Sampai saat ini belum ada kabar lebih lanjut, apakah recall ini akan mempengaruhi model Outlander di luar Amerika.

Dari laporan lembaga keselamatan berkendara Amerika (National Highway Traffic Safety Administration/NHTSA), model yang terkena “recall” yaitu, Outlander model 2007-2013. Di mana diproduksi antara September 8 Desember 2006 sampai 29 Maret 2013.

Pihak NHTSA memperkirakan, ada sebanyak 100.082 unit Outlander, yang tersebar di Amerika Serikat. Korosi yang terjadi pada wiper ini, bisa membuatnya tidak berfungsi dan gagal beroperasi maksimal.

Kemudian, masalah yang sama juga mempengaruhi model lainnya, Outlander Sport. Jumlahnya mencapai 94.534 unit, yang diproduksi antara 26 Agustus 2010 sampai 5 Januari 2015.

Atas identifikasi tersebut, dan berpotensi menyebabkan bahaya, Mitsubishi kemudian menginstruksikan diler untuk mengganti komponen yang diperlukan, dalam perbaikan masalah tersebut.

Iklan

Mewahnya Maybach yang Bikin Rambut Tergerai

Lambang pamungkas kemewahan Mercedes-Benz, Maybach, kini punya model baru, convertible pertama berbasis S65. Debutnya berlangsung di Los Angeles Auto Show 2016.

Standar kemewahan Mercedes-Maybach S65 lebih tinggi ketimbang Mercedes S65 cabriolet standar. Sebagai pembeda, sekujur bodi dilengkapi material krom sampai ke bemper yang punya desain berbeda plus membawa pekek 20 inci. Di luar itu semua, penanda paling nyata yakni emblem Maybach di belakang.
Mercedes-Benz
Mercedes-Maybach S65 cabriolet memiliki atap lunak.
Sejak versi Maybach yang berbasis S-Class punya whellbase lebih panjang, ketika pintu belakang pertama kali terbuka maka ruang lega langsung tersaji. Penumpang yang duduk di belakang Maybach S65 bakal merasakan sentuhan halus material kulit dan berbagai ornamen yang tidak dimiliki model Mercedes lain.
Bagian atap lunak yang bisa terbuka mengizinkan eksplorasi keindahan interior langsung dari luar. Buat penumpang, perjalanan bisa dilakukan sambil menikmati keindahan pemandangan dan merasakan hembusan angin yang bikin rambut tergerai.
Mercedes-Benz
Interior Mercedes-Maybach S65 cabriolet semuanya tentang kemewahan.
Sama seperti Mercedes S65, Maybach S65 dibekali mesin versi AMG, V12 6.0L biturbo bertenaga 621 tk dan torsi 1.000 Nm.
Pemilik Maybach S65 bukan cuma bakal merasakan kenyamanan tetapi juga keistimewaan, sebab Mercedes hanya membuat 300 unit, 75 unitnya untuk Amerika Serikat. Penanda urutan unit 1- 300 berupa emblem krom berada di bagian cup holder.

Konsekuensi Isi Solar Biasa di Mesin Diesel Mercy

PT Mercedes-Benz Indonesia (MBI) mulai membanjiri produk bermesin dieselnya di Tanah Air. Beberapa model dari tipe SUV, sedan, dan Van sudah dikenalkan dan diluncurkan sejak beberapa waktu lalu.

Meski mengusung mesin diesel, bukan berarti mobil tersebut bisa sembarang menenggak semua jenis solar. Yudi Lesmana, Product Management Departement Manager MBI, menjelaskan, hanya ada satu jenis solar yang dianjurkan untuk konsumen Mercy di Indonesia.

“Kita bawa mesin sesuai standar Eropa, Euro 4. Karena itu bahan bakar yang digunakan harus punya spesifikasi tertentu, dan saat ini yang dapat memenuhi standar mesin diesel Mercedes-Benz di Indonesia hanya Pertamina Dex,” ucap Yudi saat berbincang dengan KompasOtomotif di Bali, Kamis (17/11/2016).

Menurutnya, solar yang yang digunakan mesin diesel Mercedes-Benz harus memiliki beberapa faktor. Diantaranya adalah tingkat kandungan sulfur dan cetane number.

“Ada beberapa faktor, pertama itu dari nilai sulfur harus dibawah 500 ppm, dan nilai cetane harus di atas 48. Hal ini berguna untuk memberikan performa serta menjaga usia pakai mesin itu sendiri,” kata Yudi.

Rekomendasi tersebut didapat dari hasil studi yang dilakukan pada 2008 menggunakan unit GL350. Dari keseluruhan yang pengujian, yang cocok dan direkomendasikan hanya Pertamina Dex.
Febri Ardani/KompasOtomotif
New V-Class jadi bintang di stan Mercedes-Benz di IIMS 2016.
Garansi Hangus
Lalu bagaimana bila menggunakan Solar biasa ? menjawab hal ini, Yudi menerangkan konsekuensinya mulai dari performa mesin yang menurun sampai timbulnya masalah kerusakan pada mesin.

Bahkan Mercedes-Benz siap memutuskan garansi mobil konsumen, bila didapati adanya kerusakan pada mesin akibat penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai.

“Kita tidak merekomendasikan konsumen mengisi bahan bakar selain yang kami anjurkan, bila ketahuan dan kelihatan maka garansi akan kita cut,” ucap Yudi.

Taksi “Online” Amerika Cenderung Diskriminatif

Moda transportasi yang sedang populer belakangan ini, taksi online (Uber dan Lyft, dianggap memiliki potensi melakukan diskriminasi. Khususnya pembatasan untuk penumpang berkulit berwarna (African American), dan mengubah rute untuk perempuan, sehingga menaikkan tarif.

Studi mengenai sikap dan perilaku pengemudi ini, dilakukan oleh beberapa peneliti dari Universitas Washington dan Institut Teknologi Massachusetts. Mereka mengambil sampel dari 1.500 perjalanan pada masing-masing layanan seperti Uber, Lyft, dan Flywheel, mengutip Caranddriver, Rabu (16/11/2016).

Para peneliti mengatakan, kalau pria dengan nama yang terdengar Afrika lebih sering ditolak, dua kali lebih banyak dari penumpang dengan nama yang dianggap mencirikan Amerika (kulit putih). Bahkan penumpang pria di salah satu wilayah Amerika tiga kali lebih sering ditolak, seperti nama Darnell, Kareem, dan Rasheed.

“Ini bisa menjadi bukti kalau penumpang Afrika-Amerika menerima pelayanan yang buruk, dibanding penumpang berkulit putih. Namun, sulit mengatakan sopir melakukan diskriminasi, karena pastinya akan ada banyak alasan, mengapa driver menolak atau membatalkan perjalanan, atau juga memilih rute tertentu,” kata Don MacKenzie, profesor dari Universitas Washington.

Pihak Uber menanggapi positif hasil penelitian yang dilakukan oleh dua Universitas. Meski menyangkal secara halus, namun Uber berkomitmen akan terus melakukan pelayanan terbaik.

“Kami percaya Uber sudah membantu mengurangi kesenjangan transportasi di seluruh sisi. Namun, penelitian seperti ini sangat membantu dalam berpikir tentang bagaimana kami bisa berbuat lebih banyak dan positif lagi,” kata Rachel Holt, Regional General Manager Uber Amerika dan Canada.

Amankah bila Mobil Menanjak tetapi Mundur?

Ada salah satu trik dalam dunia off-road buat melintasi rintangan berupa tanjakan, yakni berjalan mundur. Logikanya, gigi mundur punya rasio transmisi lebih besar dari gigi satu, makanya cara ini masuk akal, tapi apa aman jika dipakai dalam berkendara sehari-hari?

Momon S Maderoni, konsultan dari Indonesia SmartDrive, menjelaskan, menanjak mundur tidak masuk dalam konsep safety driving. Ketika beraktivitas off-road pun dikatakan cara itu jadi pilihan terakhir jika kerekan tidak bisa membantu.

Meski begitu, dikatakan bahwa menanjak mundur bisa jadi alternatif, tetapi bukan berarti mudah dlakukan. Kendala terbesar karena tidak banyak pandangan yang bisa dipantau. Selain itu, juga bisa jadi arah setir tidak terkoordinasi dengan baik karena berjalan berlawanan.

“Saat mundur pilar A, B, dan C, itu kan tidak kelihatan. Kalau saya melihat pakai spion kanan sambil pantau roda belakang kemudian mengarahkannya,” kata Momon, saat ditemui di Bogor, Sabtu (12/11/2016).

Pada mobil berpenggerak roda depan, menanjak mundur menjadikannya seakan berpenggerak roda belakang. Cara ini membantu karena membuat mobil didorong ke atas alih-alih ditarik pakai roda depan.

Isuzu Jepang Revisi Target Pendapatan 2016

Isuzu Motors telah memangkas perkiraan pendapatannya untuk 2016. Pesimisme ini terutama karena hasil yang buruk pada operasi bisinisnya di Thailand, di mana merupakan pasar terbesarnya setelah Jepang.

Produsen mobil komersial asal Jepang tersebut mengatakan, akan merevisi target laba bersih menjadi 90 miliar yen atau Rp 11,1 triliun. Angka tersebut mengalami penurunan sekitar 20 persen dari proyeksi awal yang ditetapkan, mengutip Nikkei, Rabu (16/11/2016).

Masanori Katayama, President Isuzu Motors mengatakan, pihaknya akan melakukan penghematan, dengan tidak terlibat dalam sebuah iklan, pada bulan Desember 2016 ini.

Lebih mengkhawatirkan lagi adalah penurunan penjualan truk pikap, yang diproduksi di Thailand untuk ekspor. Salah satunya karena penurunan harga sumber daya alam, yang membuat Arab Saudi dan negara-negara serupa lainnya memotong proyek pekerjaan umum, mengakibatkan penurunan permintaan truk.

“Penurunan permintaan pikap merupakan pukulan telak bagi Isuzu,” kata seorang eksekutif Isuzu. Perusahaan ini berusaha untuk memasuki pasar baru seperti Iran, namun prospek untuk pemulihan pendapatan masih suram.

Thailand jadi pasar penting kedua bagi Isuzu, di mana lebih dari 50 persen menguasai pangsa pasar truk. Namun, permintaan telah menurun selama beberapa tahun terakhir, pasca gelombang akhir dari kebijakan potongan pajak. Lalu juga karena kekacauan politik seperti kudeta militer, yang juga ikut menyeret laba.

Namun harapa masih ada, di mana ada tanda-tanda pemulihan tahun ini melalui model SUV MU-X, yang dirilis pada bulan November 2015, dan terjual dengan baik. Tahun 2017, diharapkan permintaannya akan semakin berkembang. Pihak Isuzu mengharapkan penjualan mulai meningkat tahun depan, setelah keluar dari posisi terbawahnya di tahun ini.

Tips Aman Lintasi Tanjakan “Off-road” buat Pemula

Kondisi jalan tidak selamanya mulus, kadang pengemudi juga harus berhadapan dengan permukaan tidak rata mulai dari kadar ringan sampai menjurus off-road. Beda seperti di aspal, berkendara di medan off-road membutuhkan mengemudi dengan cara pandang lain.

Misalnya, Anda berkunjung ke daerah pedalaman di wilayah perbukitan, lantas menemukan tanjakan curam dengan kondis tanah lunak plus berbatu. Dalam pandangan safety driving, kurang benar jika Anda langsung melintasinya tanpa perhitungan, apalagi jika situasi jalan ditambah malam hari dan Hujan.

Menurut Momon S Maderoni, Konsultan dari Indonesia SmartDrive, saat dimintai tips berkendara aman melintasi rintangan seperti itu menjelaskan setidaknya ada tiga hal yang harus diketahui pengemudi.

Pertama, jika sampai tidak yakin, pengemudi sebaiknya turun dari mobil buat melihat kondisi jalan lebih dekat. Dari situ penilaian bisa lebih sesuai dengan kemampuan kendaraan, plus menambah keputusan lebih akurat.

Hal yang perlu dipertimbangkan, kondisi permukaan jalan, pijakan ban, titik-titik awal pedal gas diinjak, posisi bodi kendaraan, dan sebagainya.

Kedua, pengemudi wajib tahu spesifikasi kendaraan yang dikemudikan. Beberapa hal yang wajib diketahui, penggerak depan, belakang, atau semua roda dan ground clearance. Tidak kalah penting, besaran tenaga dari mesin berikut torsi.

Khusus untuk torsi, potensi ini yang paling berguna untuk menanjak, perlu dipahami kapan torsi berada di puncak putaran mesin. Momon mengatakan asumsi yang salah kalau mengira jika pedal gas ditekan makin dalam maka torsinya semakin besar sebab kurva torsi menurun setelah mencapai puncak.

Poin ketiga masalah kemudi. Mudah sekali kehilangan arah kemudi saat melintasi off-road. Salah satu cara mengatasinya dengan mengingat berapa kali kemudi telah diputar ke kanan atau kiri.

“Saat di off-road istilah saya maintain power, kapan gas kapan tidak, itu banyak korelasinya dengan pengalaman. Kunci utama di roda depan, kalau dapat yang lain bisa ngikut. Melintasi medan off-road itu bisa main hajar saja tapi kan tidak ada konsep safety-nya. Kalau bisa mengandalkan traksi kenapa harus ngebut? papar Momon, Sabtu (12/11/2016).