Dua Kekhawatiran Besar Toyota terhadap Donald Trump

Terpilihnya Donald Trump sebagai presiden Amerika Serikat tampaknya mulai mengkhawatirkan raksasa otomotif asal Jepang, Toyota. Mereka mulai pasang kuda-kuda akan kemungkinan efek negatif dari kebijakan ekonomi Trump, yang bakal menimpa operasi bisnisnya di AS.

Mengutip Nikkei, Rabu (16/11/2016), setidaknya ada dua kekhawatiran utama, yaitu potensi penguatan yen dan lonjakan proteksionisme. Keduanya tentu bakal membawa kerugian bagi Toyota. Pasalnya, Amerika menyumbang 30 persen penjualan dan 40 persen laba operasinya.

Penguatan yen

Beberapa jam pasca terpilihnya Trump sebagai presiden Amerika, Toyota mulai merevisi target laba operasinya sampai akhir tahun fiskal atau sampai Maret 2017, naik menjadi 1,7 triliun yen atau Rp 209,2 triliun. Namun, angka ini masih lebih kecil 40 persen dari tahun fiskal sebelumnya.

Saat ini kinerja Toyota membaik, terutama karena nilai yen yang melemah terhadap dollar, dan masih di posisi yang diharapkan perusahaan. Dari proyeksi Toyota sampai akhir tahun fiskal ini, asumsi nilai tukar yaitu 102 yen per dollar. Pelemahan ini membuat Toyota mengharapkan penambahan 100 miliar yen atau Rp 12,3 triliun pada laba operasinya.
Nikkei
Penjualan Toyota seluruh dunia.Namun, kekhawatiran terkait dengan kebijakan Trump yang mulai di-blow-up televisi bisa membuat nilai mata uang yen menguat. Di mana itu bisa menghapus usaha mengefisiensi biaya.
“Jika mata uang dollar melemah karena meningkatnya risk aversion di kalangan investor, ini akan memberikan gigitan yang besar dari hasil yang didapat oleh Toyota (laba menurun),” ujar Seiji Sugiura, Analis Senior dari Tokai Tokyo Research Institute.

Risiko dari proteksionisme di Amerika

Trump telah berjanji untuk menegosiasikan kembali Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA/North America Free Trade Agreement), yang ditandatangani AS, Kanada, dan Meksiko sepuluh tahun lalu. Ini dianggap sebagai sebuah sinyal, yang mengarah pada proteksionisme.

Saat ini, Toyota memiliki pabrik di Meksiko, yang hanya membuat 1 persen dari semua mobil yang menjual di seluruh dunia. Meski begitu, Toyota berencana untuk memproduksi 200.000 unit per tahun model Corolla pada 2019 di sana.

“Jika Trump benar-benar akan merevisi NAFTA, Toyota dan pemasok yang terlibat dalam ekspansi ini bisa dipaksa untuk mengalibrasi ulang strategi mereka di Meksiko,” kata Seiichiro Iwamoto, Fund Manager di Asset Management One.

Belajar dari sengketa perdagangan sengit antara Jepang dan AS yang dimulai pada 1980-an, Toyota sudah mencoba berperilaku sebagai “perusahaan yang baik” di Amerika. Toyota juga bertanggung jawab untuk lebih dari 300.000 pekerjaan di negeri ini, termasuk para pekerja di perusahaan pemasoknya. Toyota juga merakit 70 persen kendaraan yang dijualnya di Amerika.

Namun, bagaimanapun, Toyota masih melambangkan ekspansi produk Jepang di Amerika, di mana saat sentimen akan “Buy American” mengemuka, bakal menjadi pukulan menyakitkan untuk Toyota.

Jangan Paksakan Kemampuan “Off-Road” Pikap Kabin Ganda

Pikap kabin ganda identik pekerja keras yang biasa dipakai jadi solusi transportasi di medan berat. Seiring perkembangan teknologi, perlengkapan off-road pun semakin modern. Namun, kendati punya senjata lengkap, model ini juga punya keterbatasan.

Rata-rata pikap kabin ganda yang dijual di dalam negeri punya spesifikasi penggerak semua roda. Tetapi buat tangguh di medan off-road, tidak cukup hanya mengandalkan hal itu. Ada banyak faktor lain yang menentukan, misalnya ground clearance, approach dan departure angle, serta jenis ban yang dipakai.
Istimewa
Off-Road Sambut Kemerdekaan dan Hari Jadi Bhayangkara
Nah, menurut Konsultan dari Indonesia SmartDrive Momon S Maderoni, pengemudi wajib mengenali spesifikasi kendaraan yang dia gunakan. Hal ini berkaitan dengan keputusan untuk mengatasi rintangan off-road.
“Bijaksana menggunakan kendaraan, pada umumnya orang tidak bijaksana. Kita juga harus menyadari ada keterbatasan. Parahnya lagi, orang kita menganggap pikap kabin ganda itu jip. Padahal ini kan mobil kerja yag ditambahkan 4X4,” kata Momon di Bogor, Sabtu (12/11/2016).

Kenal kemampuan kendaraan menguatkan safety driving. Paham dengan potensinya mengurangi memaksa kendaraan di luar kemampuan yang bisa berujung bahaya.

Cara Komunitas Mercy Hormati Pahlawan

Mercedes-Benz Car Community (MBCC) menggelar peringatan ulang tahun yang keempat, dilakukan pada Sabtu (12/11/2016). Kegiatan ini juga dilakukan untuk merayakan Hari Pahlawan, berlokasi di Mitra Terrace, Gatot Subroto, Jakarta.

Tidak kurang dari 50 anggota MBCC serta pengguna mobil dari komunitas lain, baik pemilik mobil Eropa, Amerika, Jepang, dan lainnya ikut hadir. Perayaan Hari Pahlawan bukan mengada-ada, tetapi memang menjadi hari lahir MBCC, empat tahun silam.

Saat pertama berdiri, MBCC hanya terdiri dari lima orang, yaitu M. Ichsan, Elvian Trisna, Budi Marsanto, Eko Imam, dan Nyoman Indra. Setelah empat tahun berlalu, kini komunitas sudah beranggotakan 75 member, datang dari Jabodetabek.
MBCC
Peringatan ulang tahun MBCC sekaligus memperingati Hari Pahlawan, ditandai dengan pemberian santunan untuk para Veteran perang.
Rangkaian kegiatan dibuka dengan konvoi member MBCC menuju ke lokasi acara, dilanjutkan dengan seremonial ulang tahun sekaligus pemilihan pengurus periode November 2016 – November 2017.
Usai makan siang bersama, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada para Veteran, donor darah, MBCC Award, hiburan musik, dan pembagian doorprize, serta games dan penampilan bintang tamu DJ Gerry BLZ serta DJ Chantal Dewi.

Trey Kuzno, Ketua Umum MBCC terpilih untuk periode November 2016 – November 2017 menyatakan bahwa bagi MBCC, menjadi tuan rumah merupakan sebuah kehormatan.

”Harapan saya kegiatan peringatan ulang tahun keempat ini dapat terus berlanjut dan memberikan semangat bagi anggota MBCC untuk terus bersinergi dan membangun MBCC ke arah yang lebih baik, sehingga keberadaan MBCC semakin diakui khalayak umum,” ujar Trey.

Mobil Keluarga Ferrari Meluncur di Indonesia

Model pengganti dari Ferrari FF, GTC4Lusso, meluncur di Indonesia, Kamis (17/11/2016).

Citra Langgeng Otomotif (Ferrari Jakarta) memilih memperkenalkan versi GTC4Lusso T dengan mesin V8, ‎ketimbang GTC4Lusso bermesin V12 yang perdana muncul di Geneva Motor Show pada Maret lalu.

GTC4Lusso T merupakan model 4-penumpang pertama dari Ferrari bermesin V8 3.9L. Tenaga yang dihasilkan 601 tk lebih kecil dari V12 6.3L yang bertenaga 680 tk. Namun torsinya lebih besar, 760 Nm, ketimbang ‎V12 dengan 697 Nm.

Nama “GTC ” diambil dari Gran Turismo Coupe, “4” penanda kapasitas penumpang, dan “Lusso”‎ artinya model ini menawarkan paket paling mewah mobil produksi Ferrari.

Lahir sebagai mobil keluarga yang bisa didapat dengan harga lebih terjangkau, GTC4Lusso T, menggoda konsumen mapan di Indonesia yang punya anak semakin besar. Arie Christopher, CEO Ferrari Jakarta, belum mau mengungkap banderol GTC4Lusso T namun dia mengatakan setara 488.

“Saya sangat optimis dapat mendapat respons positif dari penggemar Ferrari di Indonesia,”‎ kata Arie.

AHM Gandeng Pelajar SMA Jadi Duta Keselamatan

Kampanye keselamatan berkendara, kembali digaungkan Yayasan Astra Honda Motor (YAHM), kali ini dengan mengukuhkan 110 orang Duta Safety Riding, dari 11 sekolah binaan PT Astra Honda Motor (AHM). Kampanye ini sudah menjadi kegiatan rutin yang dilakukan Honda Indonesia.

Para duta safety riding yang terdiri dari 99 siswa dan 11 guru ini, akan mengemban tugas mengampanyekan keselamatan berkendara di tengah masyarakat, terutama di lingkungan sekolah. Beragam aktivitas akan dihadirkan bersama YAHM, untuk membantu menyosialisasikan.

“Kami yakin upaya ini akan memberikan dampak positif terhadap masyarakat, dalam mewujudkan budaya berkendara yang aman dan nyaman. YAHM juga menempatkan sosialisasi keselamatan berkendara sebagai prioritas utama dalam menjalankan aktivitasnya,”ujar Wakil Ketua YAHM Ahmad Muhibbuddin dalam siaran resminya, Rabu (16/11/2016).

Dalam acara Road Safety Campaign ini, mereka ditantang untuk menunjukkan kompetensi terbaiknya dalam lomba safety riding antar sekolah. Lomba ini antara lain berupa cerdas cermat tentang lalu lintas dan keselamatan berkendara, praktik keterampilan berkendara di jalan, dan praktik keterampilan berkendara, melalui alat peraga Honda Riding Trainer.

YAHM juga membagikan 1.000 buku keselamatan berkendara untuk para siswa, sebagai salah satu upaya mengkampanyekan keselamatan berkendara di dunia pendidikan. YAHM juga membagikan beasiswa senilai Rp 73.750.000, kepada 60 siswa-siswa sekolah binaan AHM.

Rossi Puji Performa Vinales

Pengujian resmi tunggangan baru pebalap MotoGP untuk musim 2017, rampung dilakukan di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol, 15-16 November 2016. Pebalap baru Yamaha, Maverick Vinales mencatatkan hasil sempurna sepanjang dua hari tersebut.

Pada hari pertama berhasil memperoleh waktu tecepat 1 menit 30,930 detik, dan pada hari kedua semakin membaik di angka 1 menit 29,975 detik. Kedua capaian waktu tersebut, membuatnya ada di peringkat pertama di sesi post-race test.

Valentino Rossi, memuji kinerja dari rekan satu timnya tersebut, karena tampil konsisten pada dua hari, dan berada di posisi puncak. Padahal ini merupakan kali pertama Vinales menunggangi Yamaha.

“Vinales cukup mengesankan di hari pertama dan semakin baik di hari kedua. Ia mampu melakukan mencapai 1 menit 29 detik , yang merupakan waktu lap yang sangat baik. Jadi saya pikir itu adalah permulaan yang baik untuk dia,” ujar Rossi mengutip Crash.net, Kamis (17/11/2016).

Yamaha masih belum mengizinkan Vinales untuk berbicara kepada media, walaupun Suzuki sendiri memberikan izin kepada pebalap muda tersebut.

Sementara juara dunia Honda Marc Marquez, harus rela tertinggal 0,196 detik persis di belakang Vinales pada sesi kedua. Kemudian Rossi ada di posisi ketujuh dan lebih lambat 0,734 detik dari posisi puncak, ini karena dirinya melalukan perbandingan antara versi dari M1 2016 dan 2017. Rossi dan Vinales akan melakukan pengujian lagi di Sepang, Malaysia pekan depan.

Berikut hasil tes hari kedua.

1. Maverick Viñales, Movistar Yamaha 1m 29.975s

2. Marc Marquez, Repsol Honda Team 1m 30.171s

3. Andrea Dovizioso, Ducati Team 1m 30.443s

4. Andrea Iannone, Team Suzuki Ecstar 1m 30.599s

5. Dani Pedrosa , Repsol Honda Team 1m 30.686s

6. Cal Crutchlow, LCR Honda 1m 30.709s

7. Valentino Rossi, Movistar Yamaha 1m 30.709s

8. Jorge Lorenzo, Ducati Team 1m 30.744s

9. Aleix Espargaro, Factory Aprilia Gresini 1m 30.885s

10. Jonas Folger, Monster Yamaha Tech 3 1m 30.948s

11. Johann Zarco, Monster Yamaha Tech 3 1m 31.015s

12. Jack Miller, Estrella Galicia 1m 31.069s

13. Scott Redding, Octo Pramac Yakhnich 1m 31.118s

14. Alvaro Bautista, Aspar MotoGP Team 1m 31.186s

15. Hector Barbera, Avintia Racing 1m 31.244s

16. Michele Pirro, Octo Pramac Yakhnich 1m 31.816s

17. Pol Espargaro, Red Bull KTM Factory Racing 1m 31.853s

18. Tito Rabat, Estrella Galicia 1m 31.918s

19. Loris Baz, Avintia Racing 1m 32.161s

20. Bradley Smith, Red Bull KTM Factory Racing 1m 32.538s

21. Eugene Laverty, Aprilia Test Rider 1m 32.568s

22. Karel Abraham, Aspar MotoGP Team 1m 32.699s

23. Takuya Tsuda, Suzuki Test Rider 1m 33.305s

24. Alex Rins, Team Suzuki Ecstar 1m 33.761s

Marquez Bocorkan Kelemahan Mesin Baru Honda

Meski sudah merasakan perbaikan di beberapa sisi, Marc Marquez masih mengutarakan kelemahan mesin baru Honda, yang akan digunakannnya pada musim 2017. Pernyataan ini diungkapkan setelah pengujian dua hari di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol, 15-16 Nobember 2016.

Marquez menyampaikan, kelau kelemahan masih sama seperti sebelumnya, yaitu terkait akselerasi. Sepanjang satu musim Marquez mengeluhkan masalah ini, dan di mesin baru ini, dirinya belum merasakan adanya perubahan.

“Sepeda motor ini memiliki mesin yang sama sekali berbeda, seperti penggunaan elektronik (ECU). Namun di sini, masih perlu menyesuaikan banyak, banyak hal. Titik lemah kami terkait akselerasi masih ada di sini,” ujar Marquez mengutip Crash.net, Kamis (17/11/2016).

Namun, Marquez mengapresiasi beberapa perubahan besar yang sudah dilakukan oleh tim Honda. Dirinya berharap, pada sesi uji lanjutan di Sepang Malaysia, tunggangannya sudah semakin sempurna.

“Sisi yang sedikit lebih baik dari tunggangan untuk 2017? Sepertinya saya dapat memiliki sedikit lebih pada grip, dan dirinya dapat mengontrol gas sedikit lebih baik, dan beberapa hal positif lain,” ujar Marquez.

“Kalian tahu, saya senang dengan pekerjaan yang kami lakukan di sini (Valencia). Kami harus bekerja lebih. Honda perlu bekerja lebih musim dingin ini, untuk memberikan sesuatu yang lebih di Malaysia,” ujar Marquez.